Bandung Terkini

Alasan Mengapa Bandung Tak Hujan Ketika Imlek 2021

BANDUNG – Perayaan Tahun Baru Imlek 2021 berbeda dengan biasanya, selain ada pandemi COVID-19 yang membatasi kesemarakan hari besar warga Tionghoa itu. Tahun ini juga hujan yang biasanya mengiringi perayaan, tampak tak turun, khususnya di wilayah Bandung dan sekitarnya. Kok tumben?

Tim Variabilitas Iklim-Awal Musim (TIVIAM) PSTA-LAPAN mengungkap, pada bulan Januari terjadi peningkatan hujan yang terjadi secara merata di sebagian besar wilayah selatan Indonesia, yakni Sumatera bagian selatan, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian selatan, Bali, Lombok, Nusa Tenggara dan sekitarnya.

“Peningkatan hujan yang secara maksimum terjadi pada dasarian III Januari dipengaruhi oleh penguatan angin monsun Asia karena beberapa faktor, yakni pendinginan suhu permukaan laut di Laut Tiongkok Selatan (LTS), kemudian seruak dingin yang memicu pembentukan angin utaraan kuat di sekitar Selat Karimata (CENS),” tulis TIVIAM PSTA-LAPAN dalam keterangannya, Jumat (12/2/2021).

Faktor lainnya adalah pembentukan vorteks Borneo dan vorteks lainnya di Belahan Bumi Selatan (BBS) di Samudera Hindia dan dekat Australia. Kondisi tersebut menyebabkan pembelokan angin monsun utaraan menjadi baratan terjadi sangat kuat sehingga distribusi uap air terjadi secara masif dari barat ke timur dalam waktu yang relatif singkat ke seluruh wilayah di selatan ekuator.

Selain itu, aktivtas gelombang Kelvin terjadi yang bersamaan dengan vorteks Borneo pada pertengahan Januari 2021 dan telah memicu hujan ekstrem (>200mm/hari) di Kalimantan Selatan sehingga menimbulkan dampak banjir yang parah dan luas di wilayah tersebut.

Selanjutnya, musim hujan ini diprediksi akan berkepanjangan hingga April 2021. Potensi kejadian ekstrem berupa hujan deras diprediksi terjadi di sebagian besar Jawa hingga Maret 2021, sedangkan Papua dan Sulawesi dapat terjadi hingga Mei 2021.

“Kejadian ekstrem yang dipicu oleh angin kencang diprediksi berlangsung hingga Maret 2021 di kawasan LTS dan Laut Jawa. Kondisi ini patut diwaspadai karena hingga Mei 2021, potensi kejadian cuaca ekstrem masih tinggi di wilayah Indonesia,” tulis TIVIAM PSTA-LAPAN.

Source: detik.com

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: