Adikarya Parlemen

Anggota DPRD Jawa Barat Siti Muntamah Menekankan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan Bagi Para Generasi Muda

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Siti Muntamah mengajak generasi muda mensyukuri nikmat akan adanya empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Sebab dengan adanya empat pilar kebangsaan, generasi muda memiliki pondasi dan pedoman dalam hidup berbangsa dan bernegara, yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Sehingga seharusnya mampu meningkatkan tanggung jawab, pemahaman dan pendalaman terhadap implementasi yang kian meluas.

Karakter generasi muda yang memiliki kemauan kuat, kata Ummi Siti dapat menjadi energi bagi jiwa dan pikiran untuk berproses lalu belajar demi membangun bangsa. Tentunya dalam mengembangkan kemampuannya, untuk kesejahteraan masyarakat umum.

“Pemuda dititipkan peradaban, karena memiliki kapasitas dan kapabilitas yang tidak bisa diragukan,” ujar Ummi Siti kala sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada pemuda Kota Bandung dan Kota Cimahi, Jumat (21/1/2022) lalu.

Terlebih kata Ummi Siti, sejarah mencatat tanpa peran besar pemuda. Indonesia belum tentu dapat merebut dan mendeklarasikan kemerdekaan dari penjajah pada 17 Agustus 1945 silam.

Dia berharap, kemauan kuat yang ditunjukkan oleh generasi muda pada zaman dahulu dapat melecut semangat pemuda saat ini untuk lebih baik, dalam membangun bangsa.

“Indonesia menjadi bangsa besar dan merdeka karena peran dan kontribusi pemuda didalamnya. Maka sudah sepatutnya pemuda lebih peduli dan bergerak bersama, mengamalkan amanat konstitusi dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Bahkan Presiden Republik Indonesia Soekarno pernah mengatakan, ‘Berikan aku 10 orang pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia’. Belum lagi di masa Nabi Muhammad SAW, dimana Ustman bin Zaid sudah diamanahi menjadi panglima perang ketika masih berusia 18 tahun.

Ini, kata Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tersebut, adalah bukti, betapa hebatnya generasi muda jika diarahkan dengan baik dan Empat Pilar Kebangsaan menjadi filosofi hidup dalam berbangsa dan bernegara.

“Pada zaman Rasulullah, Ustman bin Zaid diamanahi menjadi panglima perang saat berusia 18 tahun dan Sumpah Pemuda sebagai wujud kontribusi pemuda Indonesia dalam menyongsong kemerdekaan. Empat Pilar Kebangsaan menjadi falsafah hidup berbangsa dan bernegara,” tutupnya.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: