Bandung Terkini

Apa Kata Iwan Hermawan Aleg FPKS Kota Bandung, Terkait Kasus Rumah Deret

Semua orang boleh protes, fine, setiap orang punya hak menyatakan pendapatnya. Tapi, mari kita melihat sesuatu dengan adil. Yang protes belum tentu benar, yang demo belum tentu pihak yang terzhalimi.

Teridentifikasi bahwa yang demo itu bukan orang Bandung. Orang Bandung hanya segelintir, sisanya dari kabupaten Bandung, Majalengka, bahkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Benar bahwa mungkin ada pelanggaran HAM ketika proses penggusuran tempo hari. Pisahkan masalahnya, usut yg melanggar HAM, tapi menghalangi proses pembangunan adalah melanggar hukum.

Sejak 1930 tanah Tamansari RW 11 adalah milik Pemerintah Kota. Yang tinggal disana statusnya sewa. Seharusnya sejak Flyover Pasopati di bangun, mereka sudah tidak tinggal disana lagi. Karena mau tidak mau, itu bukan lahan mereka.

Itulah sebabnya, ketika ada rencana pembangunan rumah deret, 90% warga menerima karena mereka akan dimanusiakan. Membangun tanpa menggusur. Sementara dibangun, mereka diberikan dana untuk menyewa. Setelah selesai, mereka akan kembali menempati rumah deret sebagai penyewa.

Clear .. yg menolakpun urusannya adalah soal permintaan dana kerahiman yg lebih besar. Dan kemarin PTUN menolak permintaan mereka.

Disini, saya mengerti apa yg dimaksud dg anarko dan apa ideologi mereka. Menolak apapun yg dilakukan Pemerintah, karena muncul dari rasa benci. Ini jelas ideologi yg salah.

Dalam posisi ini, saya setuju dengan apa yang diambil oleh Pemerintah Kota, termasuk Kepolisian. Jika ada anggota dewan yg bersuara dan malah minta menahan proses pembahasan Raperda Penanganan Kawasan Kumuh itu hak mereka. Tapi saya ingin ngasih tau, ga ada hubungannya bro.

source: https://www.instagram.com/p/B6RoW69HdR0/?igshid=tbpd633glxor

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: