Berita TerkiniTokoh

Banyak Keluhan Pasien BPJS Kesehatan, Iwan Hermawan: Saya Harap Rumah Sakit Tidak Memilah Pasien

BANDUNG – BPJS Kesehatan memiliki problematika terkait ‘perbedaan status sosial saat berada di rumah sakit’. Ada beberapa kasus ditemukan terutama di Kota Bandung terkait layanan kesehatan di sejumlah faskes saat menggunakan BPJS.

Wakil Ketua Komisi D, Iwan Hermawan, S. E., Ak menemukan keluhan soal status pasien BPJS yang seolah dikesampingkan, ketimbang pasien yang membayar langsung ke rumah sakit. Keluhan masyarakat tersebut disampaikan Iwan ketika sedang melakukan Rapat Kerja dengan BPJS Kesehatan Cabang Kota Bandung saat membahas Program Rencana Kerja Tahun 2021, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, pada Kamis (18/02/21) lalu.

Iwan mempertanyakan bagaimana rumah sakit menghadapi pasien BPJS dan Iwan berharap tak ada perbedaan yang seharusnya ditunjukkan oleh sebuah intansi yang bertujuan untuk membantu masyarakat.

“Bagaimana RS menghadapi pasien BPJS. Jangan sampai RS memilah-milah pasien dan mengutamakan yang membayar langsung tanpa BPJS,” ujar Iwam, dilansir dari laman resmi DPRD Kota Bandung.

Rupanya ada beberapa masyarakat yang mengeluh kepada Iwan terkait perlakuan rumah sakit kepada pasien pengguna BPJS.

“Seringkali kita mendapatkan pertanyaan khususnya teknis dari masyarakat, misalkan mengenai perkembangan BPJS, obat-obatan yang tidak tercover BPJS, rumah sakit yang tidak bekerja sama. Pola komunikasi itu penting supaya masyarakat tercerahkan,” pinta Iwan.

Menanggapi kelurahan para pasien BPJS yang disampaikan Iwan, Medianti Ellya selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Bandung mengatakan jika akan meningkatkan komunikasi dengan DPRD Kota Bandung agar sosialisasi layanan kesehatan kepada masyarakat bisa tepat sasaran,

Dilansir lama resmi DPRD Kota Bandung, ada beberapa program BPJS Kesehatan Kota Bandung yang bisa dipahami dan dimengerti masyarakat, yakni Perluasan titik PIPP di RS (BPJS Satu), Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang penyesuaian kontribusi iuran peserta PBPU Kelas 3, dan DIP Elektronik.

Adapula Pengembangan fitur layanan Mobile JKN, Pengembangan layanan Mobile Faskes, Pengembangan layanan peserta secara digital, kemudian Pengembangan pengambilan obat secara iterasi, Pengembangan Manajemen Data dan Informasi, serta Integrasi Sistem Informasi.

Iwan berharap setelah ada program baru dari BPJS Kesehatan, masyarakat nantinya tidak merasa dibeda-bedakan kembali.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: