Berita TerkiniNasional

Daerah Jabar Tidak Ada yang Masuk Kategori Risiko Bencana Rendah, Pemprov Jabar Susun Peta Rawan Bencana

BANDUNG – Indonesia saat ini sedang berduka, terdapat bencana yang menimpa di awal tahun 2021. Banjir, tanah longsor, gunung meletus, gempa hingga pesawat terjatuh, sedang dialami Indonesia. Duka yang dalam ini membuat seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali waspada bencana yang mungkin akan terjadi.

Masyarakat harus diberi pemahaman jika bencana ada disekitar kita, untuk menanggulangi hal tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sudah menyusun kajian risiko bencana dan peta rawan bencana sampai tingkat desa guna memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan kondisi kebencanaan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Dani Ramdan mengatakan jika masyarakat harus memahami kondisi kebencanaan di lingkungannya.

Dilansir dari republika.co.d, Pemprov sudah membuat peta rawan bencana di Jabar yang meliputi semua jenis potensi kebencanaan, seperti banjir, longsor, gempa bumi dan tsunami. Dari 27 kabupaten/kota, 14 daerah masuk kategori risiko bencana tinggi dan 13 daerah berisiko bencana sedang. Tidak ada daerah di Jabar yang masuk kategori risiko bencana rendah.

“Hanya gempa yang tidak bisa diprediksi kapan dan di mana terjadi. Tapi kalau banjir, kita lihat dari kondisi alam termasuk banjir rob karena air laut yang baik, sedangkan tsunami dan gempa tidak bisa diprediksi,” ungkap Dani, dikutip republika.co.id, Rabu (20/01/21).

Setelah peta rawan bencana disusun, maka langkah selanjutnya yaitu menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) di tingkat kabupaten/kota dan provisi. Lalu pemerintah dearah masing-masih bisa langung menyusun jalur evakuasi jika situasinya berpotesi bencana, tempat evakuasi atau pengungsian, kesiapan personel dan peralatan penanganan bencana.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: