Bandung Terkini

Dinkes Kota Bandung: Tingkat Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi, Mengandung Harus Diwaktu yang Tepat

BANDUNG – Angka kematian ibu dan bayi masih terbilang cukup tinggi di Kota Bandung. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr. Ahyani Raksanagara berdasarkan fakta yang tercatat oleh Dinkes Kota Bandung. Tahun 2019 total kematian bayi berjumlah 114 kasus dan di tahun 2020 terjadi penurunan menjadi 82 kasus. Sementara untuk kematian ibu, pada tahun 2019 berjumlah 29 kasus dan di tahun 2020 turun menjadi 28 kasus.

Ahyani menuturkan jika ada beberapa faktor penyebab kematian ibu dan bayi. Di antaranya yaitu usia ibu terlalu muda, ibu tidak ikut Keluarga Berencana (KB), masalah gizi  dan juga dilihat dari faktr sosial.

“Apa yang bisa dicegah jauh-jauh hari sebelum kelahiran bayi? Salah satunya dengan mengikuti Keluarga Berencana (KB) dan Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP),” ungkap Ahyani, dilansir Humas Kota Bandung, Selasa (19/01/21).

KB adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan dan KBPP bertujuan untuk mengatur jarak kelahiran atau kehamilan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

Sementara itu dilansir dari Humas Kota Bandung, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Nina Rachman mengatakan untuk menekan angka kematian harus menecgah sejak dini kehamilan yang beresiko.

“Bisa dilihar dari siklus usia subur wanita. Untuk itu, kita membuat kader-kader remaja untuk mengingatkan temannya bagaimana mereka menjadi remaja berencana,yang kita sebut sebagai Genre,” ungkap Nina seperti dilansir Humas Kota Bandung, Selasa (19/01/21).

Program GenRe (Generasi Berencana) bertujuan untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan. Dengan adanya program ini diharapkan para remaja mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan perkawinan dan pembuahan.

 

Source: Humas Kota Bandung

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: