Bandung Terkini

Distaru Persiapkan Anggaran Rp. 4 Miliar untuk Para Pemikul dan Penggali Jenazah Covid-19

BANDUNG – Sepekan kebelakang Kota Bandung dihebohkan terkait isu para pemikul dan penggali jenazah Covid-19 yang mempertanyakan pekerjaan tetap mereka, bahkan ada rumor beredar jika ada jenazah yang dibiarkan begitu saja. Karena masalah tersebut bersifat kemanusiaan, maka Pemkot Bandung langsung berunding dan memutuskan untuk memperjelas keberadaan para pemikul dan penggali jenazah Covid-19 di TPU Cikadut.

Akhirnya Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung menetapkan para pemikul dan penggali jenazah Covid-19 sebagai Pegawai Harian Lepas (PHL) yang akan mendapatkan gaji tetap perbulannya selama masa pandemi Covid-19.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengalokasikan dana sekitar Rp. 4 miliar untuk operasional sampai honorarium bagi para PHL. Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari mengatakan jika anggaran para PHL bersumber dari Biaya Tidak Terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dititipkan kepada Sekretariat Satgas Covid-19.

“Anggaran bersumber dari BTT karena itu khusus Covid-19 diakomodir oleh pimpinan. Termasuk untuk 35 PHL pemikul jenazah dari warga setempat,” ungkap Bambang, dilansir Humas Kota Bandung, Kamis (04/02/21).

Dilansir Humas Kota Bandung, Bambang menjelaskan terkait honorarium yang akan diterima PHL standarnya Rp. 2.150.000, namun karena termasuk penanganan Covid-19 maka akan ditambahkan 25 persen. Sehingga total yang akan didapatkan para PHL yakni Rp. 2.600.000.

“Jadi sekitar Rp. 2,6 juta. Dikali 35 oranag PHL, dikali 11 bulan, kira-kira seperti itu kebutuhannya. Rincian lainnya belum saya liat lagi. Kalau PHL yng khusus gali ada 23 orang, itu pun diberi kebijakan yang sama dengan yang PHL pemiku. Ditambah 25 persen,” terangnya.

Pandemi Covid-19 tidak tahu akan berakhir kapan. Namun, anggaran yang sudah ditetapkan berlaku sampai Desember 2021. Akan ada evaluasi jika di tengah perjalanan situasi sudah berubah.

“Dasarnya Kepres itu, misal Covid-19 berhenti di 2021, untuk 2022 bagaimana? Nantinya kita evaluasi yang saat ini ada. Tapi anggarannya harus sudah diusulan di RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) sekarang di 2021 mekanisme anggarannya,” lanjutnya.

source: Humas Kota Bandung

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: