Uncategorized

Gelar Rapat Dengar Pendapat, Teddy Setiadi meminta pembahasan lebih rinci terkait PKPU

Komisi II DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) serta Ditjen Otda dan Ditjen Polpum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna membahas Rancangan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang berkaitan dengan masalah pilkada serentak, Senin (4/11/2019) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS Teddy Setiadi meminta agar pemerintah, dalam hal ini pihak KPU dan Bawaslu juga menjelaskan alasan filosofisnya mengapa harus dilakukan perubahan atau revisi atas pasal-pasal dalam peraturan KPU tersebut.

“Saya berharap ada penjelasan filosofisnya, tidak hanya membaca (materi) apa yang sudah ada. Kita ingin mendengar dari KPU apa yang menjadi alasan KPU melakukan revisi, karena perubahannya pun banyak. Saya juga mengusulkan agar kita tidak hanya mendengarkan apa yang disampaikan pemerintah, tetapi lebih produktif. Diskusinya harus lebih substansi kenapa pasal tersebut perlu diubah atau direvisi oleh KPU,” ujar Teddy.

Dikatakannya, apa yang disampaikan KPU dan Bawaslu, baru sebatas menyandingkan peraturan lama dan peraturan baru yang diajukan untuk direvisi. Sedangkan banyak persoalan-persoalan substantif yang perlu dilakukan pendalaman.

“Perlu pembahasan yang benar-benar rinci dan juga pendapat dari masing-masing Anggota Dewan bisa tersampaikan. Apakah itu (bentuknya) koreksi atau penambahan di dalam kaitan dengan PKPU. Saya usulkan, kalau masalah ini dianggap penting, perlu ada pendalaman khusus dalam kaitan materi yang disampaikan oleh KPU,” tandas Teddy

Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, terhadap dua rancangan peraturan KPU tersebut, memang untuk peraturan KPU yang pertama sangat singkat dan padat karena perubahannya tidak banyak. Bahkan di peraturan yang pertama tadi memisahkan dua jenis ketentuan, tambahnya.

“Sementara itu peraturan KPU tentang pencalonan, banyak hal-hal teknis baru yang dimasukkan di dalam draft ini. Oleh karena itu, pilihannya adalah dibacakan seluruh ketentuan-ketentuan teknis itu, karena banyak menambahkan pasal-pasal,” tuturnya. (AD/REP)

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: