Adikarya ParlemenBandung Terkini

Haru Suandharu Kunjungi TPST Simpel RW 01 Kelurahan Sukamiskin

BANDUNG – Kota Bandung memiliki program unggulan yang sangat menghasilkan manfaat, program tersebut bernama Buruan SAE (Sehat, Alami dan Eknomi). Setiap wilayah di Kota Bandung yang memiliki lahan kosong, diharapkan bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk dijadikan tempat ketahanan pangan. Lalu selain masalah ketahanan pangan, Buruan SAE pun mencakup aspek pengolahan sampah di Kota Bandung.

Jika dilihat, hampir setiap wilayah di Kota Bandung sekarang sudah ada beberapa yang menerapkan Buruan SAE. Salah satunya wilayah RT 05 RW 01, Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, yang menjadi RW percontohan dalam hal pengelolaan dan pengolahan sampah.

Pengelola TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) yang sekaligus menjabat sebagai Ketua RW 01, Wawan mengatakan jika produksi sampah organik yang dikelola setiap harinya mencapai 100 hingga 150 kilogram per hari. Sampah yang akan diolah biasanya sudah dipilah dan pilih orang warga di kediaman masing-masing.

“Sampah sudah dipilah di rumah masing-masing. Nanti sampah organik diolah untuk dibuat kompos dan budidaya maggot. Terus hasil kargot (kotoran margot) akan dijual per tiga kilogram dengan harga Rp. 7.500,” ungkap Wawan.

Wilayah RW 01 mempunyai dua kegiatan pengelolaan sampah, selain adanya TPST, adapula Bank Sampah yang sedang dikelola oleh warga sekitar. Sudah berada sejak tahun 2019, pengolahan sampah di RW 01 Kelurahan Sukamiskin saat ini sudah mampu mengurangi sampah sebanyak 70 persen.

“Pengolahan sampah dan budidaya maggot sudah ada sejak 2019, biasanya sampah akan menghasilkan tiga roda triseda sekarang hanya satu roda aja, alhamdulillah berkurang 70 persen,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS, Dr. Haru Suandharu, S.Si., M. Si., merasa bangga dengan apa yang sudah dilakukan warga RW 01 Kelurahan Sukamisin terkait kepedulian terhadap lingkungan terutama sampah.

Haru berharap pengelolaan dan pengolahan sampah ini berifat kontinyu, sehingga harus ada kebijakan-kebijakan dan manajemen pengelolaan yang bisa mengatur agar TPST ini berjalan terus menerus.

“Disini harus ada yayasan setidaknya, sehingga pengolahan sampah bisa berjalan kontinyu. Kalau bisa ini TPST sudah berbadan hukum dan membentuk komunitas,” saran Haru.

Karena apa yang sudah diciptakan masyarakat RW 01 Kelurahan Sukamiskin sudah bermanfaat bahkan mampu menghasilkan uang. Hal tersebut membuat Haru berharap ada pengelolaan yang dikelola ditingkat RW.

“Ketua RW 01 termasuk sociopreneur dimana banyak membantu yang memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan sampah, saya bangga,” ungkapnya.

Haru selaku pemerintah provinsi Jawa Barat mengucapkan terima kasih dan siap membantu perjuangan Wawan dalam mengelola dan mengolah sampah di wilayah RW 01 Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: