Berita TerkiniCovid-19Jawa Barat

Hoaks! Tidak Ada Pendaftaran Online Offline Vaksinasi Massal di Gedung Sate dan Gedung Pakuan

BANDUNG – Banyak berita hoaks atau bohong yang tersebar dimasyarakat terkait pendaftaran secara online maupun offline terkait vaksinasi massal yang diadakan di Gedung Sate dan Gedung Pakuan, Kota Bandung. Menanggapi hal tersebut, Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat Marion Siagian mengatakan jika pendaftaran terkait vaksinasi massal untuk masyarakat di Gedung Sate dan Gedung Pakuan tidak benar adanya.

Dari data yang didapat, memang benar ada vaksinasi yang diadakan di Gedung Sate, namun sasaran penyuntikan vaksinasi Covid-19 tersebut yakni pelayan publik bukan untuk masyarakat umum. Sedangkan yang berada di Gedung Pakuan diperuntukkan bagi tokoh masyarakat, tokoh agama dan lansia. Karena data sudah disusun By Name By Address (BNBA) lalu diberikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

“Selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menjadwalkan pelaksanaan vaksinasi berdasarkan komunitas maupun organisasi,” ungkap Marion, dilansir republika jabar, Minggu (21/03/21).

Bagi penerima vaksin yang sudah melakukan vaksinasi di Gedung Pakuan nantinya akan melaksanakan penyuntikan dosis dua di faskes yang akan mendapatkan undangan via SMS dari sistem yang sudah disiapkan pemerintah pusat.

Vaksinasi massal di Gedung Sate dan Gedung Pakuan merupakan bukti contoh komitmen yang diberikan Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Barat untuk mempercepat penyuntikan vaksinasi Covid-19.

“Vaksinasi massal di Gedung Pakuan dan Gedung Sate merupakan akselerasi untuk mencapai kekebalan kelompok dari Pemda Provinsi Jabar yang diiniasi oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil,” lanjutnya.

Marion mengimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk bersabar menanti jadwal vaksinasi. Karena Pemda Jabar akan lebih mendahului calon penerima yang memiliki resiko terpapar tinggi serta masih terbatasnya ketersediaan vaksin.

“Saya imbau masyarakat agar bersabar menanti giliran vaksinasi. Sambil menunggu gliram, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan menghindari mobilitas,” tuturnya.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: