Bandung Terkini

Kabag Kesra Kota Bandung Jembatani Biaya Operasional Panti Sosial dengan Lembaga

BANDUNG – Forum Komunikasi Panti Sosial (FKPS) Kota Bandung mengadakan silaturahmi hangat dan penuh kekeluargaan bersama Kabag Kesra Kota Bandung Medi Mahendra, AP., S. Sos., M. Si., Kabid Perlindungan Pemberdayaan Sosial Dinsos Nangkis Kota Bandung Tamsil, S. Sos., M. Ap., dan Kasi Pemberdayaan PMKS Dinsos Kota Bandung Yayah, S. H., M. Ap. Acara silaturahmi tersebut diadakan di Panti Sosial Asuhan Anak Bayi Sehat Muhammadiyah, Jalan Purnawarman No. 25, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, pada Kamis (18/02/21) kemarin.

Acara silaturahmi dihadiri oleh 45 utusan panti sosial yang ada di Kota Bandung. Ketua Forum Komunikasi Panti Sosial (FKPS) Kota Bandung H. Arif Wicaksana menuturkan jika biaya operasional untuk panti sosial tidak sedang baik-baik saja, lantaran pandemi Covid-19 yang membuat para donatur terkena imbas.

“Sekarang karena pandemi Covid-19 biaya operasional untuk panti terhambat, karena ada beberapa donatur yang terkena imbas pandemi covid-19,” ujar Arif.

Setelah mendapat kabar jika biaya operasional panti sedang tidak berjalan baik, Medi Mahendra selaku Kabag Kesra Kota Bandung dan Pembina Baznas langsung menjembatani FKPS dengan Baznas, untuk mendapatkan bantuan terkait biaya operasional.

“Ya kita akan menjembatani antara FKPS dengan Baznas untuk mendapatkan bantuan biaya operasional,” ungkap Medi.

Medi mengungkapkan jika nantinya Baznas tidak hanya mengelola zakat profesi saja, namun harus bisa kreatif dan inovatif dalam mengelola keuangan. Dalam kata lain, nanti ketika mengelola zakat yang dikeluarkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bisa mencari donasi dengan mengelola infaq dan sodaqoh dari lembaga-lembaga lain.

“Nanti kita akan mencoba mencari donasi dari lembaga-lembaga seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia) atau Gapensi. Karena kalau nanti pengumpulan dana hanya dari zakat hanya akan dibatasi oleh 8 asnaf atau orang yang berhak mendapatkan zakat,” lanjut Medi.

Sementara itu, Kabid Perlindungan dan Pemberdayaan Dinsos Nangkis Kota Bandung, Tamsil, S. Sos., M. Ap., menuturkan jika di tahun 2021 akan ada perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di Dinsos Nangkis Kota Bandung. Lalu akan kembali seperti semula menjadi Dinsos, maka dari itu untuk bantuan lansia, anak dan disabilitas bantuan akan ditanggulangi oleh dinsos.

“Nanti untuk tahun 2021 rencananya akan kembali ke nama asal yakni Dinsos dan akan ada perubahan di dalam organisasinya,” tutur Tamsil.

Selain itu, Kasi PMKS Dinsos Nangkis Yayah, S. H., M. Ap., mengatakan jika panti ingin mendapatkan bantuan dari Baznas, diwajibkan setiap panti mendaftar ulang setiap tahun agar dapat dicatat dengan baik. Hal itu sebagai syarat mendapatkan bantuan dan pengajuan bantuan non pembangunan yang maksimal Rp. 35 juta. Karena masih banyak panti yang tidak pernah melakukan daftar ulang.

“Nanti untuk bantuan sosial, sekarang proposal harus masuk dulu ke Wali Kota, lalu selanjutnya dari Wali Kota di rekomendasikan ke Dinsos untuk ditindak lebih lanjut,” tutur Yayah.

Yanto selaku Ketua Forum Panti Nasional berharap perlakuan atau hak yang diberikan untuk anak yang tinggal di dalam panti dengan anak yang tinggal di luar panti untuk mendapatkan hak yang sama dan tidak dibedakan. Sementara itu H. Arif Wicaksana sebagai Ketua FKPS Kota Bandung meminta pemerintah lebih peka dan bisa memperhatikan lembaga-lembaga panti sosial khususnya di Kota Bandung.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: