Berita TerkiniEkonomi

Kementan: Stok Daging Sapi Defisit Usai Lebaran 2021

BANDUNG – Memasuki lebaran yang sebentar lagi akan dilaksanakan, Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan jika akan terjadi defisit daging sapi atau kerbau pada akhir Mei atau usai lebaran. Kementan menyatakan desifit neraca produksi dan kebutuhan daging sapi diperkirakan mencapai 14.272 ton.

Meski keran impor sudah dibuka, Kementan menyatakan jika kebutuhan impor belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sebesar 280.140 ton. Hal itu dikarenakan produksi dalam negeri yang hanya menghasilkan 120.350 ton dan sisa stok tahun lalu hanya 34.222 ton.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Momon Rusmono mengatakan jika stok untuk komoditas pokok lain masih terpantau aman. Seperti gula putih yang berjalan dengan semestinya atau tak terjadi defisit.

Dari 12 komoditas pangan yang tersedia, Kementan hanya membuka keran impor untuk empat komoditas, yakni kedelai, bawang putih, daging sapi atau kerbau dan gula pasir. Untuk komoditas lain masih dirasa aman dan tak perlu impor.

“Secara umum sampai dengan akhir Mei 2021 ketersediaan pasokan pangan pokok seperti beras, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, daging dan gula dalam keadaan cukup, khususnya beras sampai saat ini dalam kondisi aman karena petani memasuki masa panen raya,” ungkap Momon, dikutip cnnindonesia, Senin (15/03/21).

Dilansir cnnindonesia, untuk beras, jagung, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras dan minyak goreng dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: