Berita TerkiniCovid-19

Ketua PP Peralmuni: Saya Tidak Yakin Setahun Setelah Vaksin Semua Akan Baik-Baik Saja

BANDUNG – Setelah melaksanakan vaksinasi, diharapkan tetap melakukan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, membatasi mobIlisasi dan interaksi, menjauhi kerumunan). Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PP Peralmuni), Prof. Dr Iris Rengganis.

Meski sudah melakukan dua kali proses penyuntikan vaksinasi, resiko terpapar masih ada dan tidak bisa langsung bebas dari pandemi covid-19.

“Kalaupun antibodi terbentuk penuh, artinya sudah dua kali, antibodi sudah terbentuk dua minggu kemudian, tetap jaga protokol kesehatan, karena vaksin tidak ada yang 100 persen,” ungkap Iris, dilansir voaindonesia.com, Rabu (27/01/21).

Efikasi vaksin covid-19 buatan Sinovac di Indonesia mencapai 65,3 persen, hal tersebut akan dibuktikan beberapa minggu ke depan. Menurut Iris, efektivitas vaksin bisa kurang dari efikasi, bisa juga sama atau lebih tinggi. Ia berharap efektivitas vaksin minimal sama atau bisa lebih rendah, harus dibuktikan dulu nantinya.

“Efektivitas bisa kita nilai kalau sudah berjalan lama, kelihatan berapa orang yang tertular lagi setelah vaksinasi,” lanjutnya.

Dilansir dari voaindonesia.com, Iris berharap kepada tenaga medis untuk cepat melakukan vaksinasi tahap kedua atau tidak ada penundaan, karena hal ini akan berpengaruh bagi pembentukan antibodi yang nantinya tidak akan optimal.

“Bedanya 14 hari supaya antibodi optimal pada masa pandemi,” ujarnya.

Iris tak yakin jika antibodi setelah divaksin dapat terbentuk, baginya waktu yang diperlukan untuk membentuk kekebalan kelompok tergantung pada ketersediaan vaksin di Indonesia, jumlah orang divaksinasi dan pelaksanaan protokol kesehatan.

“Mungkin dua tahun baru terbentuk, bisa juga lebih,” tegasnya.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: