Bandung TerkiniCovid-19

Lonjakan Covid-19 di Kota Bandung Meningkat, Apa Penyebabnya?

BANDUNG – Meningkatnya lonjakan kasus aktif Covid-19 di Kota Bandung disebabkan karena menurunnya kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan selama dua pekan ke belakang. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna.

“Baik itu memakai masker, maupun menjaga jarak dan relatif sulit menghindari kerumunan. Kemudian relatif sulit untuk mengendalikan diri sendiri untuk membatasi mobilitas. Selalu saja tidak ingin di rumah,” ujar Ema, dilansir Humas Kota Bandung, Jumat (19/02/21).

Untuk mengantisipasi lonjakan yang terjadi kembali, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah merekrut 306 tenaga kesehatan tambahan dan gencar melakukan 3T (Testing, Tracing, Treatment). Lalu akan mendorong kecamatan yang berpotensi terjadi lonjakan khusus untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

Menurut data yang didapat, dari 30 kecamatan di Kota Bandung, baru 19 kecamatan yang memiliki tempat isoman. Ema meminta untuk segera para kecamatan menyiapkan tempat isolasi mandiri di wilayah masing-masing, terkhusus bagi para Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Kebersamaan harus dilakukan,” harapnya.

Hingga saat ini, tempat isoman untuk pasien tidak bergejala sudah terisi penuh 100 persen. Namun Ema menuturkan jika sudah ada dua hotel tambahan untuk tempat isolasi mandiri.

“Hotel V ada 130 kamar dan hotel F ada 40 kamar,” tuturnya.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: