Bandung TerkiniTokoh

Medi Mahendra, Kabag Kesra yang Humanis Agamis Santun Cerdas

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memiliki sosok yang humanis, agamis, santun dan cerdas di bangku pemerintah. Sosok tersebut bernama Medi Mahendra, AP., S. Sos., M. Si. seorang Kepala Bagian Kesra dan Kemasyarakatan Kota Bandung.

Lahir di Cianjur, 11 Mei 1974 menjadikan Medi sebagai warga asli tatar sunda yang tentunya peduli terhadap apapun yang berkaitan dengan budaya sunda. Tak hanya budaya, Medi pun tertarik dengan pemerintah didaerah berlatar belakang sunda, yaitu Kota Bandung.

Cianjur menjadi tempat dimana Medi menghabiskan masa kanak-kanak dan Bandung menjadi tempat Medi dalam mencari jati diri dan mencari kesuksesan. Sebelum menjadi warga Kota Bandung, Medi sempat tinggal di Cianjur sampai bangku Sekolah Dasar. Karena alasan terentu, beranjak SMP Medi pindah ke Bandung dan bersekolah di salah satu SMP favorit di Bandung, yaitu SMPN 5 Bandung.

Riwayat pendidikan Medi sungguh luar biasa, setelah bersekolah di SMP favorit, Medi melanjutkan SMA di SMAN 20 Bandung yang sekarang menjadi SMAN paling diminati remaja di Kota Bandung.

Keinginan Medi menjadi pamong praja yang bisa memberikan pengabdian kepada masyarakat sudah ada sejak masa remaja, terbukti setelah tamat SMA, Medi langsung melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri yang sekarang berganti nama menjadi Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) jurusan Ilmu Pemerintahan.

Tak cukup hanya menuntut ilmu di IPDN, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi LAN dan Universitas Padjadjaran menjadi tempat pencarian ilmu Medi selanjutnya. Hingga saat ini pendidikan terakhir Medi yaitu S2 atau Magister.

Medi merupakan orang yang cerdas. Malaysia, Inggris, Jerman, Belanda, Jepang bahkan Amerika Serikat sudah Medi datangin dengan misi pertukaran pelajar. Tak heran penguasaan berbahasa Inggris Medi patut diacungi jempol.

Awal mula karir Medi yaitu sebagai Pelaksana pada Bagian Pemerintahan Desa Setda Kota Bandung pada tahun 1997. Setelah dua tahun mengemban amanat di Pemerintahan Desa Setda Bandung, Medi kemudian diangkat menjadi Lurah Gumuruh dengan jabatan Esselon VI A oleh Wali Kota Bandung pada saat itu, Dada Rosada.

Semasa menjadi seorang Lurah Gumuruh, Medi membuat clipping berjudul “Kuwu Gumuruh”. Buku yang dipersembahkan untuk bukti kisah perjalanan karirnya selama menjadi Lurah Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

Setelah menjadi seorang Lurah, tahun 2004 Medi dipercaya oleh Dada Rosada untuk dilantik menjadi Camat Rancasari atau Esselon III A. perjalanan karir menjadi camat tak begitu mulus ia lewati. Banyak permasalahan-permasalahan yang terjadi, salah satunya permasalahan Bandung Timur yang selalu mengalami banjir setiap musim hujan.

Namun, hal itu Medi lalui dengan semangat dan ketulusan hati demi membuat masyarakat dan lingkungan Rancasari lebih baik. Terbukti berkat ketulusan hati seorang Medi, ia menjadi camat dengan masa bakti selama 6 tahun lamanya. Lalu ia membuat kembali clipping berjudul “Suara RW 07”, yang berisi perjalanan karir selama enam tahun menjabat sebagai camat.

Kepala Bagian Pemerintahan Umum, Sekretaris Dinas Sosial Kota Bandung, Kepala Bagian Pemberdayaan Aparatur Daerah, Inspektur Pembantu Wilayah IV merupakan karir yang telah Medi jalani.

Kini, tahun 2020 Medi resmi menjadi Kepala Bagian Kesra dan Kemasyarakatan Kota Bandung. Mungkin banyak taktahu apa sih Bagian Kesra dan Kemasyarakatan?

Bagian Kesra dan Kemasyarakatan merupakan bagian di pemerintahan yang bertugas menyiapkan perencanaan, koordinasi, pengendalian dalam hal urusan kesejahteraan rakyat, bina sosial hingga kemasyarakatan. Intinya tugas Medi yaitu berurusan dengan keesejahteraan warga Kota Bandung.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: