Bandung Terkini

Menerapkan Perwal, Kecamatan Andir sudah Tidak Zona Merah

BANDUNG – Kecamatan Andir sempat menjadi peringkat tiga besar kasus penyebaran Covid-19 terbanyak di Kota Bandung. Namun saat ini, Kecamatan Andir telah turun drastis dan telah berada di 20 besar penyebaran Covid-19 di Kota Bandung. Menerapkan kebijakan penanganan Covid-19 yang mengacu pada Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 4 dan 5 tahun 2021 yang berhasil ditaati.

“Kita konsisten dalam pelaksanaan Perwal, termasuk Intruksi Mendagri. Kami juga sudah melakukan peta sebaran zonasi,” ujar Uba Rinaldy Siahaan selaku Plt Camat Andir, dilansir Humas Kota Bandung, Jumat (19/02/21).

Hingga saat ini tidak ada kelurahan di Kecamatan Andir yang menjadi zona merah. Terbukti enam kelurahan kini masuk ke dalam zona hijau dan zona kuning. Namun ada tiga kelurahan yang mengajukan PSBM, yakni RW 10 Kelurahan Maleber, RW 7 Kelurahan Ciroyom dan RW 1 Garuda.

Jika ingin mengajukan PSBM, maka wilayah tersebut setidaknya harus memiliki posko. Karena seperti yang pernah disampaikan Wali Kota Bandung Oded M. Danial jika PSBM berkonsep bottom up atau dari bawah.

Untuk memaksimalkan PSBM maka Uba mengatakan jika tiga kelurahan tersebut harus memilki posko yang akan menjadi tempat diberlakukannya PSBM.

“Untuk posko, di kecamatan dan kelurahan sudah ada semua. Kalau tingkat RW dan RT baru tiga posko. Karena konsepnya diharapkan bottom up, harus ada kesepakatan, kemufakatan dan musyawarah dulu di stakeholder RW dengan kemitraan di pihak RW. Setelah itu baru dikemas oleh lurah sebagai koordinatornya,” lanjutnya.

Uba sedang menunggu hasil pengajuan setelah melakukan monitoring dan supervisi dan menunggu hasil dari Wali Kota melalui Satgas apakah tiga kelurahan yang direkomendasikan PSBM.

source: Humas Kota Bandung

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: