Berita Terkini

Mengenal Cara Kerja e-Tilang yang akan Berlaku Bulan Maret

BANDUNG – Zaman semakin berkembang dan tentu saja semua hal perlahan sudah berbasis teknologi. Begitupun dengan tilang, yang mulai 14 Maret 2021 sudah resmi diberlalukan sistem e-tilang atau tilang elektronik yang akan dilakukan serempak di seluruh Indonesia.

Meski tak ada petugas kepolisian yang berjaga, tapi semua pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan di jalan raya akan tertangkap kamera e-tilang yang nantinya akan langsung diproses.

Sistem e-tilang yang terekam kamera di CCTV akan diproses dan mekanisme sebagai berikut:

  1. Pelanggaran terekam CCTV
  2. Identitas kendaraan dicek oleh petugas kepolisian di database
  3. Surat konfirmasi pelanggaran beserta foto bukti dikirim ke alamat pemilik kendaraan sesuai dengan STNK lewat pos, email datau SMS (maksimal tiga hari setelah pelanggaran)
  4. Pemilik kendaraan menerima surat, lalu memberikan konfirmasi lewar http://etle-pmj.info/ dengan memasukkan kode referensi dan pelat nomor. Bisa juga mengirim lewat pos ke Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya (maksimal lima hari)
  5. Surat tilang biru dikirim ke pemilik kendaraan sebagai tanda pelanggaran dan berisi kode bayar denda virtual lewat bank
  6. Bayar denda (maksimal tujuh hari setelah konfirmasi pelanggaran)

Tilang elektronik berlaku bagi kendaraan mobil atau sepeda motor yang melanggar peraturan seperti tidak memakai masker, memegang handphone saat berkendara, tidak melihat marka jalan, batas kecepatan maksimal, menerjang lampu merah, tidak mengunci helm, tidak menggunakan sabuk pengaman dan tidak menggunakan lampu sen ketika akan berbelok.

Denda yang harus dibayarkan beragam, untuk pelanggar yang tidak menggunakan sabuk pengaman dan tidak menggunakan helm harus membayar dengan Rp. 250.000. Bagi pengendara yang melanggar marka jalan dan menerobos lampu merah akan didengan Rp. 500.000. sedangkan pelanggar yang bermain handphone ketika berkendara akan diberlakukan dengan sebanyak Rp. 750.000. Besaran denda bisa dilihat di Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009  tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan

Bila pelanggar tidak membayar denda yang sudah ditentukan dan tidak merespons, maka STNK akan diblokir untuk sementara waktu dan akan dibuka kembali jika sudah membayar denda.

Sementara itu, ada sembilan persimpangan di Kota Bandung yang menerapkan e-tilang, yakni Simpang Lima Kosambi, Simpang Buahbatu, Simpang Pasteur, Simpang Asia Afrika-Otista, Simpang Pasir Koja, Simpang Pahlawan-Surapati, Simpang Ahmad Yani-Riau, Simpang Dago-Cikapayang dan Simpang Pelajar Pejuang-Turangga.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: