Bandung Terkini

Mengenal Ponpes Hijratul Maula Fikriyah Lebih Dekat

BANDUNG – Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai keislaman didalamnya. Adanya penerapan nilai-nilai keislaman membuat nilai plus bagi orangtua yang ingin anaknya disekolahkan di sekolah yang berorintasi lebih kepada agama. Namun, banyak pula ponpes yang diciptakan karena ingin memberikan pengajaran kepada anak yatim atau anak yang kurang mampu. Salah satu ponpes yang diciptakan karena ingin memberi ilmu lebih kepada anak yatim atau kurang mampu yaitu, Pondok Pesantren Hijratul Maula Fikriyah yang terletak di Jalan Cibeunying Kolot, RT. 05, RW. 21, Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Bandung.

Ponpes yang diketuai oleh Drs. H. Dede Ruhyat, S. Ag atau lebih dikenal Ustadz H. Utsman Abdussalim ini berdiri sejak tahun 2005. Terbentuk dari kemauan sang ustadz yang ingin mencetak, mendidik, serta memberikan ketauhidan kepada para santri dengan keyakinan kepada Allah SWT.

Memilih nama Hijratul Maula Fikriyah tentunya bukan tanpa alasan. Arti nama tersebut yaitu pindah ke tempat lain untuk menemukan ridho Allah SWT.

“Asal mula terbentuknya ponpes dari rumah ke rumah, masjid ke masjid, hingga akhirnya dengan keyakinan dan tekad yang bulat terwujudlah ponpes ini,” ucap Ustadz H. Utsman Abdussalim.

Awal mula terbentuknya ponpes hanya ada 5 orang santri yang bergabung di Ponpes Hijratul Maula Fikriyah. Sampai hingga 15 tahun berdiri, sudah ada 80 orang santri yang menjadi murid di Ponpes Hijatul Maula Fikriyah, dengan rincian 40 orang anak yatim, 40 orang dhuafa. Serta terdapat 10 orang ustadz yang mengajar.

Para santri akan mendapatkan metode penghafalan Al-Quran dengan kitab kuning, aqidah akhlak, fiqih ibadah, tafsir Al-Quran, Bahasa Arab hingga Bahasa Inggris. Semua ilmu yang diajarkan dan semua fasilitas yang ada di Ponpes Hijrarul Maula Fikriyah itu gratis, para santri tidak diwajibkan membayar apapun.

“Santri sudah menghafal 30 juz, dan satu semester itu harus hafal 10 juz, dan alhamduliilah semuanya santri sudah bisa menghafal Al-Quran,” lanjut ustadz.

Selama berdirinya Ponpes Hijratul Maula Fikriyah, tidak ada donatur tetap yang menghidupi ponpes. Namun alhamdulillah ponpes dapat terus berkembang berkat doa dan usaha dari para ustadz dan santri.

Ponpes tak hanya dijadikan tempat belajar mengajar bagi para santri. Tapi juga digunakan ibu-ibu untuk melakukan pengajian yang dilaksanakan setiap malam Jumat dan malam Sabtu.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada para ulama, kiai, ajengan dan para ustadz. Mudah-mudahan menjadi amal soleh dan semoga ponpes ini bisa terus maju dengan visi dan misi yaitu menghantarkan santri ke ridho Allah SWT untuk mencapai kesuksesan,” lanjut Ustadz Utsman.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: