Berita TerkiniNasional

Menikah Diusia Muda, Lebih Rentan Meninggal Dunia

BANDUNG – Menikahlah di umur yang tepat dan waktu yang tepat. Beredar kabar jika ada salah satu oknum yang memperbolehkan wanita untuk menikah muda. Menanggapi hal itu, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemenkos mengingatkan jika nantinya ketika sudah menikah muda dan mengandung, akan menyebabkan risiko tinggi pada kematian bayi.

“Bayi yang lahir dari ibu di bawah 20 tahun hampir dua kali lebih mungkin untuk meninggal dibandingkan bayi yang lahir dari perempuan umur 20-29 tahu,” ujar Direktur Jendereal Rehabilitas Sosial, Harry Hikmat, dilansir cnnindonesia, Rabu (10/02/21).

Harry menyebutkan jika perempuan diusia 15-19 tahun lebih rentang meninggal dunia akibat komplikasi saat hamil dan melahirkan. Bahkan potensi kemungkinan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menikah diusia muda sangat tinggi. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak telah mewajibkan orang tua untuk mencegah perkawinan pada anak.

Dilansir cnnindonesia, pada 2018 misalnya, satu dari sembilan perempuan atau 11 persen perempuan berusia 20-24 tahun telah menikah sebelum usia 18 tahun. Sedangkan pada kelompok pada laki-laki, katanya, sebanyak satu persen atau satu dari 100 laki di usia 20-24 tahun telah menikah di usia 18 tahun.

Oleh karena itu, pemerintah membuat dan strategi nasional (stranas) dengan terus bekerja sama antarkemeterian dan lembaga guna mencegah perkawinan pada anak di bawah 20 tahun. Selain itu Stranas menggandeng Kementerian Agama untuk mencegah potensi alasan agama ketika usulan pemerintah tidak didengar.

“Stranas ini juga melibatkan Kemenag, sehingga kalau pun ajakan perkawinan anak dikaitkan dengan agama, Kemenag telah berkomitmen untuk terlibat dalam upaya pencegahan,” lanjutnya.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: