Adikarya ParlemenBandung Terkini

Menjalani Reses, Haru Suandharu: Setiap Masalah Perlu ada Solusi yang Tepat

BANDUNG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Haru Suandharu, S. Si., M. Si. melakukan Reses Masa Sidang II di RW 14, Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, pada Senin (01/03/21) kemarin. Didampingi drg. Susi Sulastri anggota Komisi D DPRD Kota Bandung, Haru hadir untuk membahas prioritas-prioritas apa saja yang tercatat di APBD Provinsi Jawa Barat.

Reses dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Tata Ruang, Camat Ujung Berung, Lurah yang berada di lingkungan Kecamatan Ujung Berung, LPM Kecamatan Ujung Berung, LPM Kelurahan Pasir Jati, Forum RW Kelurahan Pasir Jati dan masyarakat sekitar di wilayah RW 14 Kelurahan Pasir Jati.

“Sebenarnya untuk saat ini harus ada reorientasi anggaran, karena tentu ada perbedaan antara sebelum pandemi dan saat ini,” ujar Haru dalam sambutannya.

Haru mengatakan jika APBD Provinsi Jawa Barat saat ini diprioritaskan untuk bidang kesehatan dalam penanganan Covid-19 seperti tracing, tracking dan treatment, lalu untuk ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi.

“Covid-19 telah merubah peradaban dimuka bumi ini, misalkan sekarang banyak pertemuan dilaksanakan secara virtual dimana sebelumnya hal ini jarang sekali dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Susi mengatakan jika anggaran APBD Kota Bandung lebih difokuskan untuk kesehatan, sosial dan pendidikan yang dianggap lebih membutuhkannya. Haru dan Susi dalam Reses tersebut mendapatkan aspirasi dan kelurahan dari warga dan tentunya akan langsung ditampung dan mencari solusi.

Diwaktu yang sama, Camat Ujung Berung sangar mengharapkan reses bisa menjembatani komunikasi warga dengan pihak dewan dalam hal pelaksaan pembangunan di wilayah.

“Saya berharap dengan adanya reses mampu menjembatani komunikasi antara warga dengan pihak dewan, agar masalah yang ada bisa langsung ditangani dengan baik dan bijak,” ungkapnya.

Banyak sekali permasalahan yang ada di RW 14 Kelurahan Pasir Jati, seperti di wilayah Pasir Jati tidak ada SMP Negeri yang mampu menunjang tingkat pendidikan di daerah tersebut. Lalu TPU Nagrog tak memiliki akses jalan dan Ketua RW 14 Kelurahan Pasir Jati mengeluhkan permasalahan antara perumahan yang berbatasan dengan TPU Nagrog, karena dirasa kurang berkoordinasi.

Bahkan Kepala Distaru dan Ketua RW mengadukan jika warganya merupakan korban dari developer nakal karena tidak semua warga memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Sedangkan warga RW 14 Kelurahan Pasir Jati hanya meninginkan sumber air bersih yang bisa memenuhi kebutuhan warga serta ambulans yang bisa bermanfaat bari warga ketika dibutuhkan.

Menanggapi keluhan dan aspirasi tersebut, Heru memberikan solusi dan saran-saran tentang bagaimana warga harus bertindak dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi terkhusus di RW 14 Kelurahan Pasir Jati.

“Pastinya ketika ada masalah harus ada tindakan yang tepat untuk menyelesaikan masalah, maka ayo bersama-sama untuk menyelesaikan masalah tanpa menambah masalah baru,” tegas Haru.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: