Berita TerkiniCovid-19

Menkes: Vaksinasi Mandiri Tidak akan Membuat Orang Kaya Divaksin Duluan

BANDUNG – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sedang menyusun aturan untuk menyukseskan pelaksanaan vaksinasi mandiri bagi karyawan swasta. Permenkes sedang disiapkan Budi dengan bekerja sama dengan para stakeholder.

“Karena di mata saya sebagai Menkes, untuk menyelesaikan pandemi ini tidak mungkin pemerintah melakukan sendiri secara ekslusif, tapi harus secara inklusif. Tidak mungkin kita hanya melakukan dalam bentuk program vaksinasi milik pemerintah saja,” ungkap Budi, dilansir medcom.id, Sabtu (20/02/21).

Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Perpres Nomor 14 Tahun 2021, tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020 Tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Budi mengatakan untuk melakukan vaksinasi demi menyelesaikan pandemi, pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri, perlu ada dukungan dari perusahaan-perusahaan. Selain itu Budi menuturkan vaksinasi mandiri bisa menjamin prinsip-prinsip yang telah ditetapkan pemerintah.

Pertama, vaksinasi mandiri tidak akan menghilangkan hak vaksin gratis. Kedua, vaksin gotong royong bertujuan untuk mempercepat program vaksinasi. Ketiga, vaksinasi mandiri tidak membuat persepsi bahwa orang kaya akan mendapatkan vaksin lebih awal. Keempat, vaksinasi mandiri bukan untuk tujuan bisnis semata.

“Untuk capai hal tersebut, partisipasi aktif masyarakat, seluruh modal sosial yang ada, seluruh capital yang ada di masyarakat harus kita manfaatkan. Kadang memang budaya masyarakat Indonesia adalah suka memberi, suka bergotong royong dan itu sebenarnya salah satu kekuatan dari bangsa kita,” lanjutnya.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: