Uncategorized

Negara +62 Yang Menerima Impor Sampah

Pada tahun 2018, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan impor sampah plastik Indonesia sebesar 141 persen (283.152 ton), angka ini merupakan puncak tertinggi impor sampah plastik selama 10 tahun terakhir, di mana pada 2013 impor sampah plastik Indonesia sekitar 124.433 ton. Namun peningkatan impor sampah plastik tidak dibarengi dengan angka ekspor, malah pada 2018 angka ekspor menurun 48 persen (98.450 ton).

Angka ini menandakan ada 184.702 ton sampah yang masih ada di Indonesia, di luar beban pengelolaan sampah domestik di negara sendiri.

Satu hal, Indonesia perlu mengantisipasi dampak kebijakan National Sword dari China yang membatasi secara ketat impor sampah plastik. Negeri Tirai Bambu sebelumnya menyerap 45,1 persen sampah dunia, namun sejak Maret 2018 telah membatasi impor sampah.

Sampah-sampah yang dihasilkan oleh negara-negara seperti Amerika biasanya dikirim ke China, kini setelah China melakukan kebijakan tersebut, negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam menjadi sasarannya.

Deklarasi Bangkok

Indonesia menjadi bagian dari sepuluh negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang sepakat mengadopsi Deklarasi Bangkok untuk mengatasi sampah laut di kawasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Thailand pada 22 Juni 2019.

Dalam Deklarasi Bangkok, para kepala negara anggota ASEAN antara lain sepakat memperkuat aksi di tingkat nasional serta tindakan kolaboratif untuk mencegah dan mengurangi sampah laut secara signifikan, khususnya dari kegiatan berbasis darat, serta mendorong pendekatan darat ke laut yang terintegrasi untuk mencegah dan mengurangi sampah laut.

Mereka juga sepakat memperkuat undang-undang dan peraturan nasional, meningkatkan kerja sama regional dan internasional, serta meningkatkan koordinasi multipihak dan kerja sama untuk memerangi sampah laut.

Selain itu, para kepala negara ASEAN sepakat mempromosikan keterlibatan sektor swasta dalam upaya mencegah dan mengurangi sampah laut, mempromosikan solusi inovatif untuk meningkatkan nilai plastik, memperkuat kapasitas penelitian dan penerapan pengetahuan ilmiah untuk memerangi sampah laut, serta mempercepat advokasi dan tindakan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya mengurangi sampah laut.

Source: https://indopolitika.com

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
%d bloggers like this: