Bandung AgamisBandung TerkiniBerita Terkini

Nikah? Ke KUA Aja Yuk!

Pandemi saat ini tidak membuat tingkat pernikahan di Indonesia menurun. Hal ini diungkapkan oleh H. Suhendi, M. Ag. (48), Ketua Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Coblong saat di temui di Kantor KUA Kecamatan Coblong, pada hari Kamis (10/12/20).

Suhendi mengungkapkan jika tingkat pernikahan khususnya di Kecamatan Coblong tidak ada penurunan sama sekali, padahal sedang terjadi pandemi Covid-19. Berarti dari kasus tersebut disimpulkan bahwa, pandemi tidak mengubah kemauan manusia untuk terikat dalam satu ikatan cinta yang sah.

KUA menjadi tempat yang harus didatangi ketika akan menikah. Tidak ada tempat atau jalur lain selain KUA untuk mendapatkan buku nikah yang sah menurut negara dan agama. Termasuk peran dari P3N atau yang lebih terkenal dengan nama “lebe”, yaitu perpanjangan tangan para penghulu di berbagai daerah yang diangkat dari masyarakat biasa.

“Buku nikah itu dari KUA bukan dari P3N, masyarakat jika akan menikah harus langsung akses ke KUA tidak ada P3N,” ujar Suhendi.

Suhendi mengatakan pula jika kehadiran P3N untuk saat ini sudah berkurang malah sudah tidak ada, apalagi di kota-kota besar. Namun, mungkin beda cerita jika ada di desa-desa yang kurang informasi mengenai pernikahan.

Untuk Kecamatan Coblong sendiri, pihak dari KUA sudah memiliki tim yang bertugas memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang syarat-syarat yang akan ditempuh ketika akan menikah.

Jika akan menikah daftarlah langsung ke simkah.kemenag.go.id, disana sudah ada cara-cara untuk mendaftarkan pernikahan. Lalu, jika sudah mendaftar secara online, bisa langsung membawa berkas-berkas ke KUA terdekat untuk di identifikasi secara lebih lanjut.

Ingat jika akan menikah harus berusia minimal 19 tahun baik untuk calon mempelai pria ataupun wanita. Hal itu karena adanya perubahan undang-undang, dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang susbtansi perubahannya adalah terkait dengan batas usia menikah yang dibolehkan, menjadi diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019.

Biaya nikahpun cukup terjangkau, jika ingin gratis tidak mengeluarkan uang sepeserpun harus melaksanakan akad di kantor KUA, namun jika ingin melaksanakan akad nikah di luar harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 600 ribu. Ada pilihan lain, jika ingin melaksanakan akad diluar tapi gratis, yaitu dengan melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kepala Desa yang diketahui oleh Camat. Hal ini sudah diatur dalam PP 48 Tahun 2014.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: