Bandung TerkiniCovid-19

Polemik Pemikul Jenazah yang Meminta Imbalan Kepada Keluarga Korban Covid-19

BANDUNG – Terdapat polemik jasa angkut jenazah di TPU Cikadut yang mematok sejumlah imbalan. Menanggapi polemik tersebut, Pemkot Bandung langsung menanggani masalah terkait pengangkutan jenazah covid-19. Pada hari Senin (25/01/21) Pemkot Bandung sudah berdiskusi dengan Kadistaru terkait permasalahan jasa angkut jenazah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Eric M. Attauriq menjelaskan jika Pemkot sudah bergerak cepat menanggani masalah imbalan jasa angkut jenazah. Sebelum terjadi polemik ini, terdapat inisiatif dari beberapa pihak yang ikut membantu secara ikhlas, namun karena situasi lapangan terus berkembang, maka lama-kelamaan tak ada kata ikhlas dan langsung mematok sejumlah tarif.

“Dalam beberapa hari ini Distaru menyiapkan SOP-nya termasuk tenaganya. Apakah memberdayakan yang ada atau merekrut tenaga baru. Tapi khusus selama covid-19 saja,” ujar Eric, dilansir Humas Kota Bandung, Selasa (26/01/21).

Sebelumnya tanggungjawab Distaru hanya untuk menyiapkan lahan dan menggali lubang, tapi karena adanya polemik seperti sekarang, maka tugas Distaru bertambah sebagai tenaga bantuan khusus membantu proses pemikulan selama darurat covid-19.

Sementara itu, Kepala Distaru Kota Bandung, Bambang Suhari langsung menegaskan akan mengakomodir para pemikul dengan syarat tidak boleh lagi memungut sepeserpun kepada ahli waris atau keluarga jenazah.

“Apabila ditemukan ada pungutan maka akan ada konsekuensi tidak akan lagi dihasirkan pemikul atau diberhentikan.termasuk PHL yang sudah ada sekarang ditugaskan di lapangan,” tegas Bambang.

Pihak Distaru sedang menyusun mekanisme teknis tenaga pemikul jenazah. Saat ini terdata 30 orang aktif memikul jenazah dengan teknis pelaksanaan diatur secara bergiliran.

source: Humas Kota Bandung

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: