Berita Terkini

Resmi Jokowi Mencabut Perpres Investasi Miras, Haru Suandharu: Memang itu Lebih Menghasilkan Mudarat

BANDUNG – Perdebatan tentang investasi miras menjadi topik hangat yang akhir-akhir ini sering diperbincangkan publik hingga netizen. Banyak sekali pro kontra yang tercipta diantara jutaan masyarakat. Namun tentu saja banyak orang yang menentang, salah satunya Anggota DPRD Jawa Barat Haru Suandharu, S. Si., M. Si.

Ketidaksetujuan Haru dengan investasi tersebut diungkapkannya ketika Reses Masa Sidang II Tahun 2020-2021 di Kelurahan Sukapada, Kota Bandung. Bagi Haru tak ada investasi yang lebih menghasilkan mudarat daripada maslahat.

“Saya tidak setuju tentang investasi miras, sudah saya ungkapkan hal tersebut ketika rapat dewan. Karena investasi miras lebih kearah mudarat daripada maslahat yang dirasakan. Tidak akan berkah,” tegas Haru.

Haru pernah berkumpul dengan para pemuka agama di Indonesia. Satu pertanyaan yang Haru tanyakan kepada para pemuka agama tersebut yaitu, ‘apakah mabuk diperbolehkan di agama masing-masing?’, ternyata setelah menanyakan itu semua pemuka agama mengatakan tidak.

“Jelas, mabuk atau miras itu tidak diizinkan atau diperbolehkan diagama yang ada di Indonesia. Karena memang tidak ada manfaat yang didapatkan,” lanjutnya.

Sementara itu, tepat hari ini Selasa (02/03/21), Presiden Joko Widodo menghapus atau mencabut Peratura Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

“Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama, MUI, NU, Muhammadiyah dan organisasi masyarakat (ormas) serta tokoh-tokoh agama yang lain saya sampaikan lampiran perpres pembukaan investasi baru industry minuma keras yang mengandung alcohol saya nyatakan dicabut,” ucap Jokowi, dikutip cnnindonesia, Selasa (02/03/21).

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: