Berita TerkiniKesehatan

Selama Pandemi, RSJ Jawa Barat telah Menerima Banyak Pasien Anak Kecil Akibat Gadget

BANDUNG – Sudah setahun lamanya kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah. Jika diadakan evaluasi terkait kegiatan belajar mengajar di rumah, tentu hal yang akan dirasakan oleh orang tua maupun siswa yang bersangkutan yakni ketagihan atau kecanduan bermain games di gadget. Dari bangun tidur hingga kembali tidur, tak lepas dari yang namanya gadget.

Saat ini terkait kecanduan bermain gadget dan games, Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat Elly Marliyani mengonfirmasi jika ada 104 pasien anak dan remaja yang melakukan pengobatan terkait masalah kejiwaan akibat terdampak kecanduan games dan gadget.

Dilansir republika jabar, sepanjang 2020 ada delapan orang pasien yang murni didiagnosis kecanduan bermain games gadget. Sedangkan pada Januari hingga Februari 2021 ditemukan 14 kasus yang terdiagnosis kecanduan games.

“Sedangkan sepanjang 2021 ini sudah ditemukan 5 kasus anak dan remaja yang murni kecanduan gawai,” ungkap Elly, dilansir republika jabar, Minggu (21/03/21).

Dilansir WHO, anak yang sudah kecanduan bermain gadget akan terlihat dari perubahan sikap dan perilakunya. Dari mulai perubahan emosi termasuk iritabilitas, kemarahan dan kebosanan, gangguan pola tidur dan kualitas tidur yang buruk, depresi dan cemas resiko bunuh diri.

“Gejala lain terlihat pada masalah kondisi fisik, buruknya kondisi kesehatan secara umum, gizi buruk, kehilangan teman di dunia nyata, konflik orang tua, serta rusaknya produktivitas belajar,” lanjutnya.

Elly mengharapkan orang tua mampu membatasi pemakaian maksimal dua jam untuk anak dan mampu mengedukasi anak untuk lebih aktif di dunia nyata dengan memberikan kegiatan yang positif, pembatasan penggunaan internet harus dilakukan saat di rumah, serta menjauhkan gadget ketika hendak tidur.

Memang benar ketika kecanduan gadget aka nada obat yang diberikan oleh dokter, namun dokter lebih menyarankan untuk mencegah dari rumah, jangan sampai tambah parah dan akan merusak sistem tubuh pada anak.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: