Bandung Terkini

Tingkat Kemiskinan di Kota Bandung Bertambah 15 Ribu Jiwa

BANDUNG – Pandemi Covid-19 membuat semua sektor kehidupan di dunia terlihat kacau, terutama sektor ekonomi di Kota Bandung. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan jika tingkat kemiskinan di Kota Bandung meningkat. Lalu pendapatan daerah berkurang drastis. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung harus ekstra memikirkan jalan keluar.

“LPE (Laporan Pertumbuhan Ekonomi) Kota Bandung biasanya selalu jaya di nasional, dulu diangka 7 koma sekian persen. Sekaarang minus 2,28 persen,” ujar Ema, dilansir ayobandung, Jumat (06/03/21).

Lalu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung mengalami penurunan hingga Rp. 1 triliun. Sektor pariwisata di Kota Bandung sebagai sumber dana Kota Bandung harus terdampak dan menjadi penurunan di PAD, padahal dulu okupansi hotel bisa 70 hingga 100 persen. Saat ini okuponsi hotel sepanjang 2020 hanya 38 persen.

“Sudah tidak ada lagi masa jaya yang okupansinya bisa 70 persen sampai 100 persen. Mungkin penutupan jalan juga membuat orang luar kota malas datang ke Bandung, bisa saja,” lanjutnya.

Lemahnya ekonomi membuat warga terkena PHK dan dari sinilah jumlah warga miskin di Kota Bandung bertambah.

“Ada 9.712 kasus yang teridentifikasi, apakah itu karyawan dirumahkan atauh PHK. Penduduk miskin bertambah 15 ribu akibat pandemi. Hal ini juga berimbas pada daya beli masyarakat yang turun sampai 30 persen,” tuturnya.

Related Articles

Back to top button
%d bloggers like this: